Jakarta Sudah Normal Lagi, Tol Bekasi-Jakarta Sudah Mulai Macet

Jakarta Sudah Normal Lagi, Tol Bekasi-Jakarta Sudah Mulai Macet

Jakarta Sudah Normal Lagi, Tol Bekasi-Jakarta Sudah Mulai Macet

Jakarta Sudah Normal Lagi, Tol Bekasi-Jakarta Sudah Mulai Macet

Jakarta Sudah Normal Lagi, Tol Bekasi-Jakarta Sudah Mulai Macet
Persiapan kenormalan baru tengah dijalankan agar roda ekonomi bisa terus berputar, dengan tetap secara ketat menerapkan protokol kesehatan. Di jalan menuju Jakarta, situasi normal mulai terasa.

Kemacetan terjadi di jalan tol Jakarta-Cikampek menuju ke arah Ibukota. Menurut pantauan, per pukul 08.00 WIB, Selasa (2/6/2020), simpul kepadatan ini dimulai menjelang Gerbang Tol Halim.

Jakarta sudah normal lagi dan macet mengular hingga ke persimpangan Cawang. Di titik tersebut, rombongan mobil dari arah Bekasi akan bertemu dengan arus kendaraan dari arah Bogor.

BACA JUGA : Nenek Usia 100 Tahun di Surabaya Sembuh dari COVID-19

Kemacetan ini sudah cukup lama tidak terlihat akibat pemerintah daerah di Jabodetabek menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak pertengahan April kemarin.

Selain itu, kemacetan juga dapat disebabkan karena sistem ganjil genap yang masih belum diterapkan di Ibukota.

Rekayasa lalu lintas ganjil-genap yang selama ini diandalkan untuk mengurai kemacetan belum dapat dijalankan kembali.

BACA JUGA : Tepi Sungai Musi Tempat Kongko Tua Muda Warga Palembang

Ganjil genap dapat diterapkan secara situasional jika volume kendaraan di Jakarta terus meningkat. Kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menjelaskan.

Kalau pemberlakuan ganjil-genap kan nasional, kalau kami bilang sesuai PSBB. Takutnya saat Jakarta sudah normal lagi dan sebelum PSBB berakhir terjadi peningkatan volume yang dapat mengakibatkan peningkatan kemacetan yang panjang.

Jadi ganjil-genap sifatnya situasional, ucap Fahri, Kamis (28/5/2020).

BACA JUGA : Pelajar SMK Sumatera Selatan Ditangkap Polisi Akibat Tusuk Siswi SMP

Menurut Fahri, untuk saat ini rekayasa ganjil-genap belum perlu diberlakukan berdasarkan situasi kondisi kepadatan volume kendaraan di DKI Jakarta.

Dia menyebut ada rekayasa lainnya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan jika Jakarta sudah normal lagi.

Beberapa minggu ini mulai ada peningkatan volume kendaraan, tetapi dari pantauan kami kemacetan yang terjadi masih kategorinya tidak terlalu menimbulkan dampak kemacetan luar biasa.

Jakarta sudah normal lagi tetapi masih dapat dilakukan dengan upaya-upaya dengan buka tutup dan alih arus, jadi masih belum perlu ganjil-genap, lanjut Fahri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social profiles